Recent Posts

header ads

KEAMANAN INFORMASI DAN PRIVASI

KEMAANAN INFORMASI DAN PRIVASI


            Kemajuan teknologi informasi memberikan kemudahan pada masyarakat dalam mengakses informasi yang mereka butuhkan. Informasi tidak lagi dimiliki oleh sekelompok orang tertentu namun informasi di era digital ini dapat diakses oleh mereka yang “mengerti” atau “melek” teknologi informasi. Perkembangan teknologi mampu membuat informasi menembus batas antar negara yang dahulu belum dapat dilakukan dimana hanya negara-negara majulah yang dapat memproduksi dan menggunakan informasi. Informasi tersaji dalam berbagai macam media diantaranya media televisi, radio, komputer, gadget dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Hadirnya jaringan internet yang melengkapi beberapa media tersebut membuat informasi diproduksi secara cepat dan tidak terbatas. Pola pikir dan pola perilaku masyarakatpun mengalami perubahan. Produsen dan konsumen iinformasi menjadi sangat bias. Beragam kelebihan yang ditawarkan oleh kemajuan teknologi informasi, mengandung beberapa dampak negatif seperti maraknya aksi pornografi, penipuan, kekerasan di dunia maya, anonimitas alienasi dan autisosial.
            Dalam masayarakat pertanian, tanah merupakan aset penting dalam persaingan. Kekuatan modal dalam masyarakat industri merupakan faktor utama dalam persaingan produksi sedangkan pada masyarakat informasi maka informasi dipandang sebagai sebuah aset yang memiliki nilai. Tentu nilai pada aset informasi berbeda dengan nilai pada aset fisik oleh karenanya resiko pada aset informasi juga berbeda. Berikut perbedaan aset informasi dengan aset nyata dalam modul keamanan jaringan dan keamanan informasi dan privasi:
Karakteristik
Aset informasi
Aset nyata


Bentuk  pemeliharaan
Tidak memiliki bentuk fisik dan bersifat  fleksibel
Memiliki bentuk fisik
Variabel nilai
Bernilai lebih tinggi ketika digabung dan diproses
Total nilai adalah jumlah dari tiap nilai
Berbagi
Reproduksi yang tak terbatas, dan dapat berbagi nilainya
Reproduksi tidak mungkin karna bisa mengurangi nilai
Ketergantungan medium
Perlu disampaikan melalui  medium
Dapat disampaikan secara independen

Aspek-aspek negatif dari lingkungan berorientasi informasi dalam modul keamanan jaringan dan keamanan informasi dan privasi antara lain:
1)      Peningkatan perilaku tidak etis yang timbul dari anonimitas.
TIK dapat digunakan untuk memelihara anonimitas, yang mempermudah seseorang untuk melakukan tindakan tidak etis dan kriminal, termasuk perolehan informasi secara ilegal. 
2)      Konflik kepemilikan dan kontrol informasi.
Permasalahan yang disebabkan oleh kepemilikan dan kontrol informasi meningkat dengan adanya pengembangan informatisasi. Sebagai contoh, karena pemerintah mencoba membangun sebuah basisdata informasi pribadi di bawah payung e-government‘, beberapa sektor menyatakan kekhawatiran akan kemungkinan gangguan privasi dari penyingkapan informasi pribadi ke pihak lain.
3)      Kesenjangan informasi dan kesejahteraan diantara kelas dan negara.
Ukuran  pemegang aset informasi dapat menjadi barometer kesejahteraan di masyarakat berbasis pengetahuan/informasi. Negara maju memiliki kemampuan untuk menghasilkan lebih banyak informasi dan mendapatkan keuntungan dari penjualan informasi sebagai produk. Di sisi lain, negara miskin informasi memerlukan investasi yang besar hanya untuk dapat mengakses informasi. 
4)      Pertumbuhan keterbukaan informasi disebabkan oleh majunya jaringan.
Masyarakat berbasis pengetahuan/informasi adalah masyarakat jaringan. Seluruh dunia terhubung layaknya sebuah jaringan tunggal, yang berarti bahwa kelemahan satu bagian jaringan dapat berakibat buruk pada bagian lain.
Indonesia sebagai negara berkembang dirasa belum sepenuhnya berorientasi pada masyarakat informasi, belum adanya kebijakan-kebijakan yang mengatur perihal “dunia maya” secara jelas termasuk salah satunya tidak adanya kebijakan yang mengatur tentang keamanan informasi privasi.


Daftar Literatur

Post a Comment

1 Comments