Judi Marak Lagi Lewat Jalur Online
Perkembangan teknologi informasi khususnya komunikasi online melalui jaringan internet selain memberi kemudahan bagi kehidupan manusia juga memiliki dampak negatif seperti maraknya aktivitas judi online yang umumnya diminati generasi muda.
Berdasarkan pantauan di Semarang, Selasa(14/10), fenomena judi online ini dapat ditemukan di beberapa pemukiman mahasiswa tak terkecuali di Kota Semarang.
IS (24), mahasiswa salah satu universitas negeri di Semarang, menyatakan, dia sangat tertarik dengan judi online sepak bola.
Menurut dia, selain bisa mendatangkan keuntungan judi online juga membutuhkan kejelian, prediksi, dan pengetahuan sepak bola, jadi bukan sekedar untung-untungan.
"Setiap petaruh yang berhasil menebak skor dan memasang uang Rp30 ribu-Rp100 ribu bisa mendapatkan uang Rp100 ribu, atau berkali lipat tergantung memakai sistem taruhan yang mana. Biasanya situs rumah judi menyediakan beberapa alternatif metode seperti sistem pur dan key, bola jalan, bola hidup atau bola setengah jalan," katanya.
Sistem komputerisasi yang menyangkut segala bidang kehidupan global seperti sistem transfer uang, arus informasi, dan ketersediaan berbagai infrastruktur yang hampir merata di seluruh dunia mendorong kesuburan perjudian on line.
Perkembangan teknologi internet mendorong kemajuan judi baik jangkauan maupun jumlahnya. Berbagai rumah judi berdiri dan melebarkan sayapnya melalui dunia maya baik yang berskala internasional, regional atau lokal.
Olah raga sepak bola bersifat universal dan bisa menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Eksplorasi dunia judi terhadap sepak bola secara otomatis menjaring para pecinta sepak bola untuk bertaruh dengan berbagai latar belakang, baik yang hanya iseng atau telah menjadi pecandu.
Sementara itu, FT (22) pengakses judi online lain mengatakan, lingkungan kehidupan mahasiswa yang dikelilingi berbagai warnet yang buka 24 jam dan juga perkembangan teknologi, seperti munculnya telepon selular generasi ketiga (3G) dan ATM semakin memuluskan aktivitas mereka.
Informasi dan prediksi yang disediakan beberapa tabloid olah raga membantu dalam menjalankan aktivitas judinya. Sebab, katanya, dia murni mencari uang, bukan peminat olahraga sepak bola.
"Pada umumnya rumah judi melayani konsumen dengan sistem member. Jadi tidak sembarang orang bisa bertaruh. Judi hanya bisa dijangkau member yang telah memiliki account pribadi. Sementara syarat membuat account harus punya rekening di bank yang memiliki link internasional dan punya email," katanya.
Menanggapi judi online yang terjadi di kalangan mahasiswa, Harry Sapto, mantan Wasekjen internal Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (IMIKI) di Semarang, mengatakan, perubahan selalu menghadirkan dua konsekuensi, baik dan buruk.
Jika melihat dari segi bisnis mungkin teknologi memberi kemudahan. Namun jika melihat dari moral khususnya di Indonesia, hal itu menjadi efek negatif dan bentuk pelanggaran hukum karena judi tidak di legalkan di Indonesia," katanya.
Harry menjelaskan, sistem transfer melalui rekening membuat kegiatan ini berjalan lancar, cepat, mudah, dan terselubung. Sehingga pengunjung ke situs judi internet bertambah secara signifikan.
Desember 2007, misalnya, perusahaan analisis internet menghitung ada 13,6 juta pengunjung ke situs judi online, meningkat pesat dari tahun sebelumnya.
Situs yang sering dikunjungi khususnya sepak bola antara lain, BWin, 888.com, 365.com dan lain-lain. Sedang di Indonesia sendiri ada beberapa situs yang menjadi alamat judi online yaitu Sbobet, Skybet dan Pasarbola.
"Pengaruh pergaulan dan kebutuhan biasanya menjadi alasan utama selain ketertarikan pada olahraga sepak bola itu sendiri. Bahkan Kota Semarang tidak luput dari rantai judi ini," katanya.
Banyak warga Kota Semarang dan Jateng yang turut berjudi. Pejudi melakukan transaksi online lewat internet dan ponsel untuk mempertaruhkan pertarungan liga-liga sepak bola eropa yang ditayangkan di televisi.
0 Comments