Recent Posts

header ads

Kenapa Bir Yang Hangat Tidak Berbuih



Lebih banyak gas yang terlarut dalam sebuah zat cair ketika sedang dingin disbanding ketika sedang panas. Atau seperti kata pakar kimia , kelarutan sebuah zat dalam zat cair meningkat sejalan dengan penurunan temperature. (menurut bahasa orang kimia).
Dalam bahasa orang awam seperti kita ini, mengapa karbon dioksida memilih meningglakan bir hanya karena suhu semakin hangat? Dari pengalaman kita sehari-hari, kita mungkin berharap ketika bir hangat cairan penyegar itu mampu melarutkan apapun lebih banyak, bukan sebaliknya. Bukankah gula lebih mudah larut dalam the panas ketimbang es the? Lalu mengapa gas harus berbeda?
Jawabnya terletak pada peran yang dimainkan oleh panas dalam proses pelarutan. Dan ini rumit sekali tentunya. Hehehee. Ketika sebuah zat larut dlam air, moleku-molekulnya saling terpisah dan menyebar sendiri ke seluruh air. Perubahan2 yang lain mungkin bias saja terjadi pasda saat yang sama, tergantung pada zat yang dimasukkan. Sebagai contoh : molekul2 itu mungkin melekatkan diri ke sekelompok kecil molekul2 air, atau mungkin bereaksi secara kimia dengan air, atau terpecah menjadi fragmen2 dengan muatan listrik berbeda atau bahkan mengalami hal22 lain yang sulit dibayangkan.
Semua proses ini entah menggunakan atau melepaskan energy dalam bentuk panas. Maka memainkan peran yang penting sekali meskipun sangat berbeda dalam melarutkan berbagai zat. Hasil nettonya ada zat yang dengan rakus menyerap panas berlebih dalam air panas lalu menggunakannya untuk melarutkan diri lebih banyak sementara ada zat lain y ang bereaksi negative terhadap panas berlebih dengan semakin enggan melarutkan diri. Dengan kata lain, ada zat yang menjadi lebih larut dalam air panas ketimbang air dingin, namun ada zat lain yang justru sulit larut ke dalam air panas ketimbang air dingin. Bahkan orang kimia pun tidak selalu meramalkan perilaku sebuah zat yang sama.
Walaupun demikian , dlam kasus gas, kita dapat membuat generalisasi : ketika gas larut salam air, mereka smua menyerahkan energy daalam wujud panas. Maka kita dapat mengatakan bahwa gas terlarut tidak menyukai panas; mereka selalu mencoba mengusir panas. Artinya mereka akan lebih mudah larut dalam lingkungan yang dingin, menyerap panas, misalnya air dingin, sebaliknya mereka enggan larut dalam lingkungan yang panas, misalnya air panas.

Post a Comment

0 Comments